Recent update

Subscribe to RSS feed

Entropi dan Nasib Bumi

August 16th, 2016 by Adam Rus Nugroho, S.T., M.T.

Pernahkah berpikir untuk melestarikan lingkungan? Sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan atau Ilmu Lingkungan pasti pernah bahkan menjadikan hal tersebut sebagai misi hidup dan bangga setengah mati akan idealisme tersebut. Setelah kita menetapkan tujuan untuk melestarikan lingkungan, kemudian hari-hari kita pun diisi dengan berpikir mengenai aspek-aspek ekosistem di sekitar kita yang harus kita jaga kelestariannya. Aspek ekosistem terbagi atas unsur abiotik dan biotik. Misalkan, unsur abiotik yang paling sering kita pikirkan untuk dilestarikan dan dipulihkan adalah air. Akan timbul rumusan masalah sebagai berikut:

"Bagaimana kita dapat menjaga agar kualitas air tetap baik?"

"Bagaimana cara meminimalisir pencemaran terhadap air?"

"Bagaimana kita dapat menjaga ketersediaan air tetap terjaga sehingga dapat mendukung perikehidupan manusia, hewan dan tumbuhan?"

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang mungkin akan muncul di benak kita selama ini. Begitu juga dengan unsur lingkungan lain seperti udara, tanah, serta hewan dan tumbuhan.

"Bagaimana agar ekosistem tetap terjaga seimbang dan memperpanjang umur bumi?"

Umur bumi saat ini kurang lebih sudah 4,54 miliar tahun (wolframalpha.com, 2016). Apakah kalian tahu bagaimana kondisi peningkatan suhu di bumi secara global dari tahun ke tahun. Jika kalian belum tahu ataupun masih belum yakin pengetahuan global warming kalian sudah optimal, disarankan untuk kalian menonton suatu film dokumenter berjudul "An Incovenient Truth". Film keluaran tahun 2006 ini akan membeberkan fakta-fakta terkait pemanasan global dari sudut pandang Al-Gore, seorang politisi Amerika yang juga seorang environmentalis. Bahkan menurut saya, film ini adalah film wajib bagi para mahasiswa Teknik Lingkungan.Menurut grafik Global Mean Surface Temperature yang dikeluarkan oleh NASA (bisa dilihat di earthobservatory.nasa.gov/Features/GlobalWarming/page2.php atau gambar di bawah ini), semenjak tahun 1980-an rata-rata temperatur permukaan bumi tahunan terus meningkat sampai saat ini.

Global Mean Surface Temperature

Temperatur permukaan bumi rata-rata tahunan

Dalam hal ini maka kita perlu mengingat Hukum Termodinamika II yang dikemukakan oleh Rudolf Clausius (1865) tentang entropi sebagai tingkat derajat kekacauan sistem. Dalam sistem yang tertutup maka tingkat entropi akan semakin tinggi (semakin kacau). Dalam sistem ekologi, reaksi-reaksi yang terjadi di alam akan selalu mengarah ke tingkat kekacauan yang lebih tinggi. Bahkan tingkat entropi yang dialami oleh bumi kita sejak tahun 1980-an meningkat pesat secara eksponensial berdasarkan data temperatur bumi dari NASA tadi. Temperatur hanya salah satu indikator saja. Masih ada indikator lain yang menyatakan entropi alam ini semakin meningkat. Dalam teorinya, Rudolf Clausius menyatakan bahwa: “The entropy of the universe tends to a maximum.

Meskipun entropi sudah pasti akan selalu meningkat, namun kita masih bisa memperlambatnya. Bukankah lebih baik dan lebih barokah untuk berusaha menyediakan bumi yang layak ditinggali oleh anak cucu kita daripada membiarkannya begitu saja? Oleh karena itu saat ini sudah saatnya kita mulai berpikir bagaimana cara untuk memperlambat peningkatan entropi bumi kita tercinta. Semua ini demi nasib tempat hidup kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?

 

 

Posted in awareness | | 0 Comments